Menuju Keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah, Qur'ani, dakwah, dan Sejahtera^^
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

Umar Bin Khatab dan Seorang Yahudi Tua

Sejak menjabat gubernur,
Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur.
Dia lebih sering tinggal di istana.

Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas
dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.

Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi.
Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya
meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.

Kamis, 29 Maret 2012

penghuni hutamah

"APA LO..!" bentak galak Imran kepada Ipul...
"woo..SOMAD" kata Ipul memanggil nama ayahnya Imran..
tak mau kalah Imranpun berkata hal yg lebih menyakitkan lagi..

anak-anak itu akhirnya saling memperolok temannya..
mereka menyebut nama bapak, nama binatang
dan nama-nama yg menyakitkan telinga, kepala dan hati..

astaghfirulloohal'adziim... (T_T)

dengan menangis malaikat atid mencatat di buku amal perbuatan anak-anak itu..
setan-setan bertepuk tangan dan tertawa dengan bersandar,
karena puas telah berhasil mengajak satu anak lagi ke neraka

malaikat rakib masih berharap ada salah satu anak yg mengalah,
dan meminta maaf, serta beristighfar...
tp kelihatannya pertengkaran semakin memanas..

hingga akhirnya..

"oke..oke..coba teman-teman tenang dulu.."
Nayla yg baru datang menenangkan kedua temannya yg sedang panas...

"masalahnya apa?" kata nayla mencoba mengurai masalah..
lalu Imran dan Ipul saling mengadu dan berteriak...
dan nayla pun mengambil tindakan tegas..

"STOP..astaghfirulloooh... dua-duanya SALAH..
ayo kalian berdua beristighfar!

tak tahukah kalian, kalau Allah sendiri sudah berkata di surat al humazah :
CELAKALAH...bagi setiap pengumpat dan pencela!..
dia pasti akan dilempar ke neraka HUTAMAH...
taukah kalian apa itu neraka Hutamah?
itu neraka yg membakar sampai ke hati kalian, sedang kalian di ikat pd tiang yg panjang,
dan neraka itu di tutupkan di atas kepala kalian"..kata Nayla dengan wajah khawatir

temannya yg dua terdiam.. lalu Nayla berkata..
"jangan biarkan Syetan tertawa, ayo bersalaman,
biar Allah menggugurkan dosa-dosa kalian krn berantem td..."

walau masih gengsi, akhirnya Imran dan Ipul bersalaman dan beristighfar

terimakasih nayla,
sungguh mempunyai teman sholehah sepertimu
bagai mutiara mahal yg barharga :)
Sumber : ka-isti dongeng islami ceria

Gubernur Jadi Pesuruh

Salman Al Farisi adalah seorang gubernur yang sederhana
selama bertugas sebagai Amir atau kepala daerah di Madain,
ia tak mau di gaji satu dirham sekalipun.
Ia tetap mengambil nafkahnya dari hasil menganyam daun kurma,
sedang pakaiannya tidak lebih dari sehelai baju usang.

Pada suatu hari, ketika sedang berjalan di suatu jalan raya,
salman didatangi seorang saudagar dari Syria yang membawa sepikul buah tin dan kurma.
Rupanya beban itu amat berat, hingga melelahkannya.
lalu saudagar itu melihat Salman yang berpenampilan seperti pesuruh,
lalu saudagar itu memberi isyarat supaya salman datang kepadanya,

 "Tolong bawakan barangku ini,
nanti kuberi upah bila telah sampai tempat tujuan" kata orang dari Syria itu kepada salman.

tanpa bicara, barang itu dipikullah oleh Salman radhiyallahu 'anhu,
lalu berdua mereka berjalan bersama-sama.

Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan satu rombongan.
Salman radhiyallahu 'anhu memberi salam kepada mereka,
yang dijawabnya sambil berhenti: "Juga kepada amir, kami ucapkan salam"

"Juga kepada amir?"
Amir mana yang mereka maksudkan?"
tanya orang Syria itu dalam hati.

Keheranannya kian bertambah
ketika dilihatnya sebagian dari anggota rombongan segera menuju beban
yang dipikul oleh Salman radhiyallahu 'anhu dengan maksud hendak menggantikannya,
kata mereka: "Berikanlah kepada kami wahai amir!"

Sekarang mengertilah orang Syria itu
bahwa kulinya tiada lain Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu,
gubernur dari kota Madain.

Orang itu pun menjadi gugup,
kata-kata penyesalan dan permintaan maaf bagai mengalir dari bibirnya.
Ia mendekat hendak menarik beban itu dari tangannya,
tetapi Salman radhiyallahu 'anhu menolak, dan berkata sambil menggelengkan kepala:

"Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu!
jawab salman sambil memikul barang itu sampai ke tempat tujuan

Sumber : ka-isti dongeng islami ceria